Melalui serangkaian pertemuan, curah pendapat dan diskusi, terbentuklah wacana diantara para Guru-guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia yang bertujuan untuk menyamakan visi, misi, persepsi dan aspirasi perihal terselenggaranya Fasilitas Pelayanan, kesejatraan hidup yang merata terhadap guru-guru Pendidikan Agama Kristen baik itu di kota maupun di pelosok daerah agar tercapai (accessible), terjangkau (affordable), dan bermutu (qualified) sehingga menjamin terselenggaranya pembangunan Pendidikan di Indonesia dalam rangka meningkatkan derajat Pendidikan masyarakat Indonesia yang setinggi-tingginya, maka dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab yang tinggi serta dengan memohon limpahan rahmat dan
Pertolongan dari Tuhan Yang Maha Esa/didalam Nama Tuhan Yesus Kristus, Di awali dari kesimpangsiuran akan informasi penerimaan PPPK, sehingga guru - guru kontrak DKI Jakarta berkumpul di kopi Jhoni, Cawang Jakarta Timur, di awali dari teman - teman guru dari Jakarta timur, terjadi banyak diskusi dan sumbang pemikiran, bagaimana agar guru - guru Pendidikan agama Kristen dapat terdaftar dalam formasi PPPK, Namun setelah diskusi - diskusi tersebut tercetuslah Ide dan pemikiran dari Abraham Pellokila Untuk mendirikan Organisasi Profesi guru agama Kristen INDONESIA ( FGPAKI/FORGUPAKI ) yang dapat menyuarakan persoalan - persoalan guru agama kristen pada pemerintah, Lahir dari suatu kerinduan untuk menjadi berkat bagi guru - guru agama Kristen di Indonesia, maka Abraham Pellokila mengajak beberapa teman dari berbagai wilayah di di DKI jakarta berkumpul, kemudian ide akan berdirinya FGPAKI/ forgupaki di sampaikan, gayung bersambut, semua teman - teman guru seperti ibu Mirna Hutajulu, ibu Teti Tambunan, Antonius Butarbutar, Sarila Hulu, Jhonson Damanik, Viktor Lopis, Ibu Ester dan lain - lain nya menyepakati untuk bersama - sama mendirikan Forumu Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia di awali dengan pertemua - pertemua dari Jakarat sampai terakhir pertemuan di Jonggol di hadiri oleh Abraham Dodi Pellokila, Tetti Tambunan, Mirna Hutajulu, Antonius Butarbutar, Halason Nababan, Nursiti Tambunan, Sarila Hulu, Okto Bella, Tegas Manalu, Imelda, Fildy Pellokila Lendi, Martua Parapat, yang kemudia menetapkan kepengurusan DPP FGPAKI/ FORGUPAKI
pada tanggal 20 Februari 2021 di jakarta, terbentuklah Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FGPAKI/ FORGUPAKI), yang kemudian pada Musyawarah Nasional Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FGPAKI /FORGUPAKI) tanggal 18-19 april 2021 di Jonggol disepakati menjadi Forum Guru Pendidikan Agama Kristen Indonesia (FORGUPAKI) DENGAN MOTO “ PROFESIONAL DAN MELAYANI.
Kemudian Untuk Mengurus Legalitasnya, maka seluruh anggota FGPAKI yang ada di Jakart, bersama - sama mendukung Dana untuk mengurus Legalitas FGPAKI/FORGUPAKI, sehingga secara hukum menjadi Resmi terdaftar pada Negara.
Pendidikan merupakan unsur penting dalam membangun peradaban suatu bangsa, pendidikan dapat membawa suatu bangsa keluar dari keterbelakangan ,kemiskinan, dan kebodohan. melihat pentingnya pendidikan ini maka bagsa indonesia mendorong serta memberikan perhatian serius akan pendidikan yang berkelanjutan , namun tidak dapat di pungkiri bahwa masih banyak kendala dalam memajukan pendidikan di Indonensia, diantaranya kesejatraan guru yang belum merata, kurangnya fasilitas dan masih banyak persoalan yang kita hadapi , salah satu unsur penting dalam pendidikan di Indonesia adalah pendidikan Agama Khususnya pendidikan agama Kristen, pendidikan agama menjadi garda terdepan dalam membentuk karakter generasi muda Indonesia yang di harapkan pada masa depan, melahirkan pemimpin - pemimpin bangsa yang tidak hanya pandai dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, namun berkarakter mulia. pendidikan agama sangat penting dalam rangka membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berkepribadian dan berakhlak baik.
Dengan melihat pada Kondisi yang tidak dapat dibendung saat ini, di mana perkembangan terus terjadi tanpa memperhatikan etika, moral dan karakter manusia, maka sangatlah diperlukan peran dari berbagai pihak termasuk dan teristimewa guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengontrol siswa yang terbawa arus oleh perkembangan tersebut. Tentu hal ini, diperlukan peran guru yang sangat serius untuk membentuk karakter siswa yang baik dan terpuji. Kita sadar bahwa saat ini sebagian besar siswa kita mengalami masalah krisis karakter, di mana mereka tidak terkontrol oleh pengaruh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Namun, besar harapan kita bahwa dengan peranan guru Pendidikan Agama Kristen maka kekuatiran itu akan terjawab. Oleh karena itu, Guru Pendidikan Agama Kristen diharapkan agar melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran yakni membentuk dan menciptakan generasi yang berakhlak mulia, bertanggungjawab dan memiliki karakter Kristus
Oleh karena itu keberadaan guru khususnya guru pendidikan agama kristen bagi suatu bangsa amatlah penting, apalagi suatu bangsa yang sedang membangun, terlebih bagi kehidupan bangsa ditengah-tengah pelintasan zaman dengan teknologi yang kian canggih dan segala perubahan serta pergeseran nilai yang cendrung memberi nuansa kehidupan yang menuntut ilmu dan seni dalam kadar dinamik untuk dapat mengadaptasikan diri. Guru memiliki tugas, yakni :(a). Tugas dalam bidang Profesi, (b). Tugas kemanusian, (c). Tugas dalam bidang Kemasyarakatan. a. Tugas dalam bidang profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti meneruskan dan mengembangkan nilai . nilai hidup. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sedangkan melatih berarti mengembangkan keterampilan . keterampilan pada siswa.
Melihat pentingnya, maka guru - guru agama kristen Indonesia perlu mengambil peran dan aktif dalam satu tujuan yang sama dalam mebangun karakter pelajar Indonesia, oleh karena itu guru - guru agama Kristen Indonesia bersepakat untuk membentuk FORUM GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN INDONESIA, sebagai wadah membangun kesatuan pikiran, kesatuan ide, kesatua suara dan tekat untuk meperjuangkan pendidikan karakter yang berkualtas dalam mendukung pemerintah, selain itu sebagai wadah untuk dapat meberikan sumbangsi pemikiran, bagi pendidikan di Indonesia, memberikan saran dan kritikan yang terukur untuk kemajuan pendidkkan Indonesia.
Selain itu sebagai wadah memeprjuangan nasib para guru yang belum mendapatkan kesejatraan serta hak - hak yang layak, mengusahakan agar pemerintah dapat memberi perhatian yang cukup dengan demikian, kita dapat menemukan guru yang sejahtera dan murid - murid yang berkualitas, yang pada akhirnya dapat menjadi kebangaan bagi bangsa kita, bahkan dunia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar